Nutrinext Indonesia
Open Hours : Senin - Sabtu Pukul 08.00 - 16.00 WIB            Pengiriman : Via JNE, J&T, Tiki, dan Pos Indonesia
×

Apa Itu Hipotermia ?? Inilah 5 Cara Mengatasi Hipotermia

Nutrinext Indonesia - Saat ini sedang viral kondisi hipotermia yang dialami oleh beberapa pendaki, kenapa Hipotermia sangat di takuti oleh para pendaki ?? Apa itu Hipotermia sehingga bisa ditakuti ??

Apa Itu Hipotermia ??

5 Cara Tepat Mengatasi Hipotermia

Hipotermia adalah suatu kondisi saat mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu sulit untuk mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat ;diartikan sebagai kondisi ketika suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C

Hipotermia biasanya diawali dengan berupa kedinginan biasa, badan yang menggigil, gemetar menahan dingin, kadang hingga gigi saling beradu ketika tidak kuat menahan dingin. Usahakan agar si penderita untuk tetap dalam keadaaan sadar.

5 Cara Tepat Mengatasi Hipotermia

Hipotermia dapat terjadi ketika suhu tubuh penderita berada dibawah normal dan turun secara drastis. Hipotermia dapat terjadi akibat beberapa hal seperti suhu luar yang ekstrem, atau terkena air dengan suhu rendah.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengatasi Hipotermia :

  1. Jangan panik, pantau pernapasan penderita
  2. Kompres penderita dengan botol berisi air hangat
  3. Lepaskan pakaian pengidap jika basah dan ganti dengan yang kering
  4. Tutupi tubuh pengidap (terutama bagian perut, leher, dan kepala) dengan selimut atau ekstra jaket agar hangat
  5. Berikan minuman hangat

Penanganan tepat tentu sangat di perlukan agar tidak terjadi hal-hal yang di inginkan

Bahaya Hipotermia

Jika dibiarkan saja, penderita bisa mengalami masalah kesehatan yang berbahaya. Inilah beberapa bahayanya hipotermia pada penderita :

  • Gangguan pernapasan
  • Masalah jantung
  • Penurunan tekanan darah
  • Gangguan sistem saraf
  • Kematian

Jadi sedapat mungkin hindari Hipotermia, dan segera lakukan penanganan paling tepat agar tidak terjadi hal-hal yang berbahaya


Disclaimer : Manfaat yang didapat dari mengkonsumsi ini bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung tingkatan penyakit, situasi tubuh pengguna, usia, jenis kelamin dan jumlah produk yang digunakan.